Sesungguhnya yang
disebut juara, atau eksistensi sebuah kemenangan — itu hakekatnya tidak
berlaku begitu sebuah pertandingan berakhir dan tanda kejuaraan
disematkan kepada sang juara.
Sebuah tim olah raga atau seorang atlet memenangkan pertarungan
melawan tim lainnya sehingga sesudah pertandingan ia dijunjung sebagai
juara. Kalau sesudah penobatan gelar juara diselenggarakan lagi
pertandingan antara kedua tim itu, maka tidak seorang pun bisa
memastikan bahwa sang juara akan pasti menang lagi.










